Kebangkitan Vietnam Paska Imperialisme dan Kolonialisme Barat

Februari 26th, 2010 by indonesianvoices
E-mail Print PDF

Oleh Heri Hidayat Makmun

Kebangkitan Vietnam bersatu dan berubah nama menjadi Republik Sosialis Vietnam pada 2 Juli 1976, berbagai perubahan dan transformasi dari era perang menjadi era kebangkitan mulai didirikan. Ho Chi Min bisa disebut sebagai arsitek untuk merubah traumatic perang menjadi semangat untuk kebangkitan Vietnam. Semangat nasionalisme Vietnam yang sangat kuat mempermudah usaha ini.

Paska perang dengan AS pun, Vietnam harus lagi menderita dari embargo yang dilakukan Negara-negara barat yang di komandoi AS. sampaii tahun 2002. Dalam blockade barat, paska perang sampai tahun 2000. Vietnam mulai mengembangkan infrastruktur pertanian sebagai langkah awal untuk penyediaan logistic dan pangan rakyat Vietnam.

Baru setelah tahun 2003 lah rakyat Vietnam dapat bernapas lega. Berbagai kamar dagang dibuka. Export dan Import baru bisa berjalan. Usaha-usaha perdagangan yang lebih luas mulai terbuka. Vietnam mulai melakukan import bahan biji besi, mesin produksi, kapal laut, dan peralatan transportasi sebagai peralatan untuk berproduksi. Siapa sangka dalam waktu yang demikian cepat, bahkan lebih cepat dari kebangkitan China, Vietnam dalam waktu 8 tahun saja dapat mengejar ketertinggalannya dari Negara-negara anggota ASEAN yang lain. READ MORE …

Kekuasaan Untuk Uang, Uang Untuk Kekuasaan

Februari 26th, 2010 by indonesianvoices

Oleh Rusman Danar

Adigium bahwa demokrasi merupakan suatu jalan ideal untuk menggapai kesejahteraan suatu Negara memang sudah terlanjut kita telan. Seakan tidak ada jalan lain untuk mensejahtrakan rakyat itu selain dengan suatu system yang demokratis, sehingga para pendiri bangsa ini dengan suka rela memasukkan demoraksi dalam sila ke empat landasan dasar kita.

Begitu juga dengan banyak negara-negara di dunia yang menggunakan demokrasi sebagai system politik. Secara teori demokrasi merupakan sharing kekuasaan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap masyarakat untuk mendapatkan kesempatan untuk ikut mengelola kekuasaan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengawasi jalannya kekuasaan apakah telah berjalan sesuai dengan kehendak rakyat banyak atau tidak. Jika sesuai harapan maka rakyat akan mendukung terus, tetapi jika tidak maka rakyat akan tidak memilih lagi rezim yang berkuasa pada pemilihan yang akan datang. Jika kesalahannya besar maka rakyat berhak melakukan tindakan lebih. Harus kita ingat demokrasi pada esensinya adalah memberikan seluas-luasnya hak-hak rakyat.

Pertanyaan mengapa demokrasi yang dijalankan pada banyak negara justru menjadi sumber permasalahan? Seperti Negara kita tercintah ini misalnya. Mengapa demokrasi yang kita jalankan secara mahal ini tidak membawa kearah kesejahteraan rakyat? Mengapa pada akhirnya demokrasi hanya memberikan kesempatan kepada para pemilik capital untuk lebih memberikan kesempatan untuk berkuasa.  READ MORE …